Cara Cepat, Mudah dan Murah membuat pupuk organik kotoran Sapi

Bahan organik yang berasal dari kotoran sapi sangatlah mudah kita jumpai didaerah pedesaan atau perkebunan, bahan organik dalam bentuk padat merupakan kompos yang berguna sebagai bahan untuk memperbaiki tekstur, struktur tanah, mendukung kehidupan mikro dan makro organisme serta sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. KOMPOS  adalah bahan alami yang telah lapuk melalui proses penghancuran / penguraian oleh mikro Organisme dengan waktu dan cara – cara tertentu.

Pupuk Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti limbah kotoran hewan, limbah pertanian, limba perkebunan dan sampah pasar  yang mengalami proses dekomposisi atau pelapukan terlebih dahulu. Cara Pembuatan pupuk organik sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri dirumah.

Proses pembuatan pupuk organic berbahan kotoran sapi bisa menggunakan bahan kotoran  masih basah air dan bahan yang masih baru, pembuatan juga menggunakan cara hemat biaya, mininya tenaga kerja, proses lebih cepat

sapi

Proses Pembuatan Cara 1

 

Proses yang ke 1 menggunakan teknik pencampuran mulai awal dan tanpa ada pembalikan bahan,  Bahan kotoran yang digunakan sudah kering / basah air hujan ( bukan kotoran baru )

Penambahan bisa ditambah dengan bahan  apa saja yang penting dari limbah organic yang dapat diuraikan mikroorganisme

 

Bahan :

 

. Kotoran Ternak                                         1 Ton

. Kapur ( CaCo3 )                                       5 Kg

. D O F  ( Kuning / Hijau / Merah )                 1 Ltr

 

 

Alat – Alat yang diperlukan :

 

1.      Skrop

2.      Cangkul

3.      Karung

4.      Terpal

 

.  

Pembuatan / Penyusunan bahan :

 

1.       Semua bahan dicampur / diaduk hingga merata , campurkan D O F  pada bahan sampai  bahan dalam kondisi lembab ( tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering )

2.      Masukkan bahan yang sudah dicampur pada karung dilapisi kantong plasti / iner lalu jarum / jahit

3.      Tumpuk dan Tutup tumpukan dengan Terpal  untuk menjaga kelembaban dan mempercepat proses pengomposan

4.      Setelah 15 hari, lakukan pengotrolan terhadap kelembaban dan suhu udara,  bila dipegang tumpukan terasa hangat berarti proses pengomposan sedang berjalan

5.      Lakukan pengontrolan di minggu ke 3 apa sudah terjadi penurunan suhu atau belum, bila suhu masih panas tutup rapat kembali tumpukan Panen dapat dilakukan pada  minggu ke 4

6.      Kompos dapat dipanen denga ciri – ciri bahan berubah warna menjadi coklat, suhu  panas menuruh dan bau tidak menyengat.

 

 

Proses Pembuatan Cara 2

 

Proses yang ke 2  menggunakan teknik pencampuran mulai awal dan tanpa ada pembalikan bahan,  Bahan kotoran yang digunakan masih baru, pencampuran dan penghancuran dilakukan pada awal proses pembuatan pupuk organik

Penambahan bisa ditambah dengan bahan  apa saja yang penting dari limbah organic yang dapat diuraikan mikroorganisme

 

 

Bahan :

 

. Kotoran Ternak yang Masih Baru                             1 Ton

. Serbuk kulit kelapa ( Emput )                                   40 % dari bahan Kotoran

. Kapur ( CaCo3 )                                                       5 Kg

. D O F  ( Kuning / Hijau / Merah )                              1 Ltr

 

 

Alat –Alat yang dibutuhkan :

 

1.      Sekrop

2.      Cangkul

3.      Karung

4.      Terpal

 

 

 

Pembuatan / Penyusunan bahan :

 

1.       Semua bahan dicampur / diaduk hingga merata , Semprotkan cairan D O F  pada bahan sampai  bahan dalam kondisi lembab ( tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering ) pencampuran bisa dilakukan dengan mesin atau secara manual

2.      Masukkan bahan yang sudah dicampur pada karung dilapisi kantong plasti / iner lalu jarum / jahit

3.      Tumpuk dan Tutup tumpukan dengan Terpal  untuk menjaga kelembaban dan mempercepat proses pengomposan

4.      Setelah 15 hari, lakukan pengotrolan terhadap kelembaban dan suhu udara,  bila dipegang tumpukan terasa hangat berarti proses pengomposan sedang berjalan

5.      Lakukan pengontrolan di minggu ke 3 apa sudah terjadi penurunan suhu atau belum, bila suhu masih panas tutup rapat kembali tumpukan

6.      Pembongkaran / panen dapat dilakukan pada  minggu ke 4

7.       Kompos dapat dipanen denga ciri – ciri bahan berubah warna menjadi coklat, suhu panas menuruh dan bau tidak menyengat.

Masa panen dapat dilakukan lebih cepat dari biasanya dengan ketentuan pemberian obat / decomposer lebih banyak ( bisa dua kali lipat ) dan pembalikan lebih lama  dengan ansumsi obat lebih merata, pengomposan lebih cepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s